Corporate
Social Responsibilty merupakan konsep strategis yang
bertujuan untuk menciptakan hubungan timbal balik yang
positif antara perusahaan dan masyarakat. Melalui implementasi
CSR yang berkesinambungan, Bank Mandiri ingin meraih
keberhasilan bisnis bersama dengan peningkatan kesejahteraan
masyarakat Indonesia. Sebuah perusahaan dalam melakukan
aktivitas bisnis tidak semata mendasarkannya pada faktor
keuangan, tetapi juga mempertimbangkan konsekuensi sosial
dan lingkungan untuk saat ini maupun yang akan datang.
Begitu pula dengan Bank Mandiri. Sebagai Badan Usaha
Milik Negara, Bank Mandiri selalu mengoptimalkan pertumbuhan
bisnis untuk memberi nilai tambah yang baik kepada pemegang
saham, serta terus meningkatkan peran aktif dalam Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan.
Menurut
Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Pahala N.
Mansury, kegiatan CSR yang dijalankan Bank Mandiri bukan
sekedar mengikuti peraturan pemerintah, melainkan telah
menjadi etika sosial dalam aktivitas perusahaan. Bank
Mandiri berkomitmen penuh untuk tetap mengedepankan
program CSR yang berkesinambungan dengan muara pada
peningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian
nasional.
Seiring transformasi Bank Mandiri, kebijakan program
CSR disusun secara komprehensif dengan mengacu pada
ketentuan perundang-undangan yang berlandaskan pada
4 (empat) guidelines, yaitu target yang jelas dan tepat
sasaran, peningkatan kontribusi kepada masyarakat, penataan
permintaan sponsorship dan komunikasi yang positif untuk
memaksimalkan goodwill.
Implementasi program CSR dilakukan secara terintegrasi
dengan membagi program dalam 2 (dua) besaran, pertama
Strategic Program yaitu program strategis dengan fokus
utama pada bidang pendidikan dan fokus pendukung pada
bidang kesehatan, budaya, olahraga, lingkungan dan kemitraan
usaha kecil.
Kedua adalah Responsive Program, yaitu program yang
dirancang untuk tanggap pada kebutuhan masyarakat yang
terdiri dari bantuan untuk bencana alam, pembangunan
prasarana dan sarana umum serta sarana ibadah.
Wirausaha
Mandiri Mendorong Ekonomi Sektor Rill
Indonesia membutuhkan generasi wirausaha muda sebagai
kelompok penggerak ekonomi baru. Kewirausahaan akan
menciptakan lapangan kerja, memacu produktifitas generasi
muda dan membuka peluang-peluang baru dalam mewujudkan
kesejahteraan.
Salah
satu program strategis CSR Bank Mandiri yang telah memberikan
citra positif kepada perseroan adalah Wirausaha Mandiri
(WM), dimana generasi muda diberikan kesempatan menjadi
entrepreneur handal dengan dukungan teknis dan finansial
dari Bank Mandiri. Sejak digulirkan pada 2007 program
ini telah melahirkan ribuan wirausaha muda baru yang
bergerak di berbagai sektor bisnis. Para wirausaha ini
secara tidak langsung akan meningkatkan permintaan fasilitas
pembiayaan perbankan untuk kesuksesan usaha mereka,
dan pada akhirnya dapat mendukung perkembangan bisnis
Bank Mandiri.
Kunci
keberhasilan program ini terletak pada dua kegiatan
utama yang menjadi fokus Bank Mandiri yaitu, pencarian
bibit wirausaha muda baru dan pembinaan berwirausaha.
Bank Mandiri juga telah menyiapkan Modul Kewirausahaan
sebagai buku panduan wajib dalam pengajaran mata kuliah
Kewirausahaan di perguruan tinggi. Proses pengajaran
yang dilakukan adalah dengan menggabungkan teori kewirausahaan
dengan praktek berwirausaha, termasuk dalam memperhitungkan
risiko bisnis.
Bank Mandiri mendesain serangkaian program pembinaan
berkelanjutan kepada para pemenang, finalis dan seluruh
peserta program penghargaan Wirausaha Mandiri. Kegiatan
dalam program pembinaan meliputi seminar, workshop super
business rich dan pendampingan bisnis (business coaching)
selama 6 bulan. Setelah melewati tahapan business coaching,
para peserta akan terus di monitor selama enam bulan
untuk memantau perkembangan usaha masing-masing.
Indikator
utama yang digunakan untuk menilai keberhasilan peserta
WM adalah perkembangan usaha yang dilihat dari peningkatan
omzet, jumlah outlet, karyawan dan lainnya. Penambahan
jumlah outlet ini otomatis membuka lapangan kerja dan
memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah usaha peserta
WM, dimana masyarakat tersebut dapat menjadi karyawan
dari usaha yang dijalankan para pemenang dan finalis
WM.
Hal
yang menggembirakan adalah bahwa saat ini rata –
rata pemenang dan finalis WM menjadi ikon entrepreneur
di wilayah masing-masing, dimana mereka sering diundang
untuk menjadi pembicara kewirausahaan di Perguruan Tinggi.
Selain itu, para peserta WM kemudian juga terlibat dalam
kerjasama yang sinergis (networking) di antara masing-masing
peserta untuk saling mengembangkan usaha dan memberikan
semangat kewirausahaan. (Selengkapanya pada
edisi Desember 2010)
|