:: PTBA Tingkatkan Kapasitas Produksi Untuk Pimpin Pasar Batubara Dunia

Indonesia merupakan salah satu produsen Batubara terbesar di dunia. Salah satu produsennya adalah Tambang Batubara Bukit Asam Tbk—PTBA. Berdasarkan data secara berurutan produsen Batubara terbesar di dunia adalahTiongkok, Amerika Serikat, India, Australia, Rusia dan Indonesia. Batubara merupakan sumber energi yang penting dan banyak digunakan di dunia. Batubara berkontribusi terhadap sekitar 23% total energi utama dunia. Sebesar 38% energi elektrikal dunia diperoleh dari Batubara. Batubara banyak digunakan untuk keperluan pembangkit tenaga listrik, produksi baja dan produksi semen.

PTBA yang berdiri sejak 1981 dan listing pada 23 Desember 2002 termasuk dalam daftar lima besar produsen Batubara Indonesia. Saat ini memegang hak Kuasa Pertambangan--KP yang meliputi tambang Batubara Tanjung Enim seluas 66.414 hektar--ha dan tambang Batubara Ombilin seluas 3.950 ha. Perseroan juga memegang hak KP di lokasi Peranap Indragiri Hulu Riau (KW.96PPO289) seluas 17.100 ha.

Integrasikan Sistem Pasokan Batubara

PTBA mengintegrasikan seluruh transaksi dan data yang terkait dengan proses penanganan Batubara - Supply Chain Management System. PTBA meresmikan phase Mine to TLS, yaitu tahap pertama dari serangkaian Supply Chain Management System --SCMS di PTBA. Tahap ini berperan untuk menangani material atau Batubara mulai dari tambang hingga Stock Pile atau Train Loading Station.

SCMS adalah suatu sistem penanganan supply chain yang bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh transaksi dan data yang terkait dengan proses penanganan Batubara di PTBA. Sistem ini meliputi pengolahan dan penyediaan informasi status pergerakan Batubara di PTBA secara tepat dan real-time, penyediaan proses evaluasi dan analisa untuk mendapatkan optimasi proses bisnis terkait, serta penerapan efisiensi dan efektifitas aktivitas pelaporan.

Mahbub Iskandar mengatakan secara keseluruhan implementasi SCMS di PTBA dibagi dalam lima tahapan. Pertama, Phase Mine to TLS yaitu untuk menangani material atau Batubara mulai dari tambang hingga Stock Pile atau Train Loading Station. Kedua, Phase TLS to Port yaitu untuk menangani Batubara mulai dari TLS sampai dengan Pelabuhan. Tahap ketiga, Marketing dan penagihan yaitu pengelolaan pemasaran dan penjualan Batubara serta proses penagihan. Tahap keempat Integrasi dan Keuangan yaitu tahapan untuk mengintegrasikan SCMS dengan sistem lainnya yang ada di PTBA termasuk dengan sistem keuangan. Dan tahap kelima, Optimasi dan EIS yaitu tahapan untuk mengimplementasikan modul optimasi dan Executive Information System --EIS.

Dengan diimplementasikannya Supply Chain Management System ini, PTBA akan semakin cepat merespon perkembangan bisnis domestik maupun dunia dan dapat semakin mengoptimasi rencana bisnis perusahaan di masa selanjutnya. Selain itu, sistem terpadu ini akan dapat menghindarkan berbagai masalah yang berkaitan dengan inkonsistensi, baik yang berkaitan dengan jadwal, kesesuaian produk-produk yang dihasilkan sampai dengan ketepatan jadwal pendistribusian produk. Seluruh upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kepuasaan bagi para pelanggan (customer satisfaction). Keputusan PT Bukit Asam untuk mengimplementasikan sistem manajemen supply chain ini merupakan upaya perusahaan untuk mengintegrasikan seluruh data sumber daya yang ada di PTBA. Pengintegrasian dimulai dari data eksplorasi, perencanaan, penambangan, ketersediaan produk, pendistribusian hingga data pengapalan.

Implementasi SCMS ini dilakukan oleh PTBA bekerjasama dengan PT EMS Paramitra, selaku pemegang lisensi produk Mincom Australia. Acara peresmian SCMS Go-live Phase 1 Mine to TLS ini dihadiri oleh para anggota Tim Pengarah, para PIC, dan Key User serta dihadiri pula oleh Toto Nugroho selaku Direktur PT EMS Paramitra dan Sang Ho selaku Director-Mining Solutions Mincom Australia. Dengan telah diresmikannya Go-Live SCMS tahap pertama tambang sampai ke TLS, maka selanjutnya akan segera diimplementasikan pula SCMS dari TLS sampai ke pelabuhan serta tahap-tahap selanjutnya. Tahap selanjutnya dari sistem ini diharapkan akan dapat diresmikan pada bulan September mendatang.

Tandatangani HoA Pengangkutan dan Penjualan Batubara

PTBA beberapa waktu lalu menandatangani Head of Agreement --HoA pembangunan jalan kereta api angkutan Batubara dan Terminal Batubara dengan Adani Global --perusahaan dari India dan Pemerintah Pripinsi Sumatera Selatan. Penandatanganan disaksikan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Gita Wiryawan. Para penandatangan HoA antara lain Direktur Utama PTBA Sukrisno, President Director Adani Global, Ganeshan Varadarajan dan Gubernur Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan, Alex Nurdin.

HoA melingkupi proyek pembangunan jalan kereta api angkutan Batubara dari lokasi tambang PTBA di Tanjung Enim menuju Pelabuhan Samudra Tanjung Api-api di Sumatera Selatan sepanjang 270 kilometer dan pembangunan Terminal Batubara di lokasi pelabuhannya. Dalam proyek ini, pada saat rampung nanti PTBA merupakan pihak penyedia Batubara yang akan diangkut dan dijual sebesar 35 juta ton per tahun dari 50 juta ton total kapasitas dermaga Batubaranya. PTBA merupakan tambang Batubara yang memiliki sumberdaya Batubara terbesar di Indonesia. Dari total 7,29 miliar sumberdaya Batubaranya, 6,36 milir ton terdapat di Tanjung Enim. Keterbatasan transportasi Batubara merupakan kendala yang sedang diatasi oleh PTBA saat ini.

Sebelumnya PTBA sudah menandatangani kontrak angkutan Batubara dengan PT Kereta Api untuk peningkatan kapasitas angkut fasilitas PT Kereta Api eksisting. Volume angkutannya naik secara bertahap mulai tahun 2010 dan kapasitas penuhnya sebesar 22,7 juta ton per tahun mulai tahun 2014 sampai dengan tahun 2029. Demikian juga dalam proyek pembangunan jalan kereta api bersama PT Trans Pacific dari Tanjung Enim ke Bandar Lampung, PTBA merupakan penyedia Batubaranya sebesar 25 juta ton per tahun. Diperkirakan proyek ini mulai beroperasi secara komersil pada tahun 2014. (Selengkapanya pada edisi Desember 2010)

EDITORIAL NEWS:
:: New Armada Menjadi Karoseri Mitra Bagi ATPM
:: CSR Mandiri, Membangun Negeri Tanpa Henti
:: PTBA Tingkatkan Kapasitas Produksi Batubara
:: SNI Untuk Tingkatkan Daya Saing
:: Smart Green City Planing Untuk Masa Depan
:: Honda CRV Tratas Dikelas SUV
:: Keindahan Alam Swiss
:: Agni Pratistha Jadi Journalist
 
 

 

   

: PUBLISHED by PT CIPTA KOMUNIKA MEDIA ::